Rabu, 17 Oktober 2012

Interaksi Sosial .



Pendahuluan
Pengembangan dan pendalaman materi untuk diklat guru SMK yang membahas kajian sosiologi diawali dengan materi interaksi sosial karena kajian ini dapat diistilahkan sebagai pembuka/kajian awal dalam ruang lingkup kajian sosiologi secara utuh. Sehingga dari belajar tentang interaksi sosial, akan dapat dipelajari berbagai kehidupan di masyarakat mulai dari pemahaman terhadap konsep interaksi sosial sampai pada keadaan interaksi yang asosiatif atau disosiatif, yang dikemudian hari dapat menghasilkan teori-teori sosiologi.
Ruang lingkup materi interaksi sosial meliputi :
A. Pengertian, fungsi dan tujuan.
B. Syarat terjadinya interaksi sosial
C. Faktor-faktor yang mendasari proses interaksi sosial
D. Tahap-tahap interaksi sosial
E. Proses sosial : asosiatif dan disosiatif
F. Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
A. Pengertian Interaksi Sosial, Proses Sosial, dan Sosialisasi
Sebelum membahas interaksi sosial, maka perlu diketahui berbagai tindakan yang dilakukan . Ada empat macam tindakan yaitu :
1.Tindakan Sosial Instrumental dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai dengan didasari tujuan yang telah matang dipertimbangkan. (catatan: referensi lain menyebutkan tindakan sosial instrumental adalah tindakan rasional).
Contoh tindakan instrumental atau tindakan rasional adalah ketika seseorang melakukan pilihan tindakan membeli beras untuk dimakan sekeluarga dari pada untuk membeli bunga kesayangannya. Karena beras adalah makanan yang dibutuhkan tidak saja oleh diri sendiri, tetapi oleh seluruh keluarga. Keperluan penyediaan beras merupakan keperluan primer karena merupakan bahan makanan pokok utamanya bagi bangsa Indonesia secara umum. Pedangan beras mempunyai bermacam-macam beras dengan tingkatan harga yang berbeda-beda sesuai dengan kualitas masintg-masing. Tetapi beras yang dibeli harganya sesuai dengan uang yang tersedia, sehingga tidak membeli beras yang berkualitas nomor satu tetapi jenis beras nomor 2 (dua) karena disesuaikan dengan persediaan uang yang ada.

2.Tindakan Sosial Berorientasi Nilai dilakukan dengan memperhitungkan baik atau buruk tindakan yang dilakukan, manfaat dan tujuan yang ingin dicapai tidak terlalu dipertimbangkan. Pertimbangan utama adalah nilai-nilai baik atau buruk yang berkembang dalam masyarakat disekitarnya.

Contoh tindakan sosial berorientasi nilai adalah bersama-sama membersihkan gorong-gorong sungai yang buntu agar tidak mengakibatkan banjir
3.Tindakan Sosial Tradisional termasuk kebiasaan yang berlaku selama ini dalam masyarakat. Dalam melakukan tindakan tradisional tidak pernah dipertentangkan dengan perkembangan/perubahan jaman.
Contoh : setiap akan meninggalkan rumah, anggota keluarga berpamitan dan saling bersalaman.
4.Tindakan Afektif sebagian besar tindakan dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa perhitungan atau pertimbangan yang matang.Tindakan afektif berkaitan juga dengan suka dan tidak, mau dan tidak mau. Semua berkaitan dengan suasana hati.
Contoh : seorang pria memberi sekuntum bunga kepada seorang gadis yang dicintai.
Dari berbagai motif tindakan di atas akan dapat diketahui tindakan yang menunjukkan interaksi sosial dan bukan interaksi sosial.
Pembahasan interaksi sosial diawali dari tinjauan secara etimologi. Lukman Ali dkk. (1985 : 383) menyebutkan interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara orang perorangan, antara perseorangan dengan kelompok. Jadi kata kuncinya adalah hubungan sosial yang dinamis. Bagian mana saja hubungan yang dinamis antara seorang dengan orang lain atau seorang dengan kelompok?. Untuk lebih memudahkan menggambarkannya apabila seseorang dengan orang lain atau seseorang dengan sekelompok orang mengadakan kontak sosial misal berkomunikasi/ berbincang-bincang bukan isi perbincangan itu yang menjadi kajian interaksi sosial tetapi dinamika hubungan orang dengan orang lain atau kelompok lainya itu yang menjadi kajianya . Begitu juga bila seseorang dengan orang lain atau seseorang dengan kelompok mengadakan kontak sosial misal adanya sentuhan tubuh misal jabat tangan dilanjutkan perbincangan, maka seluruh proses tersebut menjadi indikator telah terjadinya interaksi sosial
. Soerjono Soekanto (2002 : 61) menyebutkan pengertian interaksi sosial adalah :
Hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat menegur, berjabat tangan atau cara salam lainnya (cium pipi), atau bahkan saling melirik, tersinggung yang mengakibatkan orang lain mengumpat lalu terjadilah adu mulut. Bahkan tidak jarang orang sebelumnya tidak kenal, karena merasa diperhatikan dengan sinis, tanpa say hello langsung memukul, maka terjadilah perkelahian.

Interaksi sosial merupakan dasar dari proses sosial yang ditandai adanya hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat, melalui interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, antar warga masyarakat atau kelompok. Dengan demikian syarat utama terjadinya aktivitas sosial adalah adanya interaksi sosial.

Interaksi sosial akan terwujud apabila ada aksi dari seseorang atau kelompok dan direspon (ada reaksi) dari orang lain atau kelompok lain. Walaupun ada aksi dari seseorang terhadap orang lain misal menyapanya, tetapi tidak ada reaksi dari yang disapa maka tidak akan terjadi interaksi sosial. Lebih lanjut dapat di telusuri bahwa interaksi sosial tidak sekedar adanya aksi yang ditindaklanjuti dengan reaksi dari orang dengan orang lain atau orang dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, tetapi juga aksi dan reaksi tersebut merupakan alur komunikasi yang nyambung. Jika ada aksi dan reaksi tetapi tidak dalam bentuk komunikasi yang nyambung itupun tidak akan terjadi interaksi sosial .

Seiring dengan istilah interaksi sosial adalah adanya proses sosial. Beberapa pengertian proses sosial sebagai berikut :

Menurut J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (2004): proses sosial adalah sikap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka waktu , sedemikian rupa, sehingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan Soerjono Soekanto (2002) menyebutkan proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perseorangan dengan orang lain atau orang perorang dengan kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan atau apa yang terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola kehidupan yang telah ada. Dengan perkataan lain proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
Bertolak dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa proses sosial dalam masyarakat selalu terjadi proses saling mempengaruhi(interaksi sosial), dan dalam interaksi tersebut terjadi proses saling menyesuaikan (adaptasi). Proses sosial terjadi apabila interaksi sosial berlangsung sedemikian rupa, secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama sehingga telah mempola dalam bentu perilaku tertentu, tindakan yang dilakukan terstruktur dan berpola. Dalam setiap proses sosial akan selalu mengakibatkan terjadinya dua bentuk interaksi sosial yaitu dapat berbentuk kerjasama (asosiatif) atau persaingan dan bahkan konflik (dissosiatif).
Istilah lain yang perlu difahami berkaitan dengan interaksi sosial adalah tentang sosialisasi. Secara etimologi Soerjono Soekanto menyebutkan sosialisasi ( socialization) merupakan proses mengomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru. Sedangkan menurut beberapa ahli sosiologi berpendapat sebagai berikut :
1. Paul B. Horton,Cs. Alih bahasa Aminuddin Ram (1996) : sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati (mendarah dagingkan-internalize) norma-norma kelompok tempat orang tersebut hidup, sehingga timbulah diri yang unik.
2. Bruce J. Cohen penerjemah Sahat Simamora (1992) : sosialisasi adalah proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi baik sebagai individu maupun anggota kelompok .
3. J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (2004) : sosialisasi adalah suatu proses yang diikuti secara aktif oleh kedua belah fihak, fihak pertama fihak yang menyosialisasikan, dan fihak kedua adalah yang disosialisasi. Aktivitas fihak yang menyosialisasi disebut melaksanakan sosialisasi, sedangkan aktivitas fihak yang disosialisasi adalah aktivitas internalisasi. Sedangkan internalisasi sebagai proses yang sifatnya aktif bukan pasif.
B. Fungsi Interaksi Sosial, Proses Sosial, dan Sosialisasi.
Dengan mempelajari Interaksi Sosial, seseorang dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat disekitarnya untuk dapat melakukan interaksi sosial yang assosiatif dan menghindari interaksi sosial dissosiatif.
C. Tujuan Mempelajari Interaksi Sosial.
Mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial sehingga dapat menyimpulkan. Interaksi sosial yang terjadi pada taraf assosiatif atau dissosiatif.
II. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial.
A. Adanya Kontak Sosial (sosial contact).
Kata kontak berasal dari bahasa latin Secara fisik kontak sosial dapat terjadi apabila ada sentuhan badan, tetapi dengan perkembangan dewasa ini, kontak tidak harus ada sentuhan badan, misalnya melalui telepon, surat-menyurat, e-mail dan sebagainya.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu :
1.Antara orang perorang.
Interaksi antara orang perorang paling intensif terjadi dilingkungan keluarga, sehingga dalam keluarga terjadi sosialisasi nilai-nilai keluarga secara intensif.
2.Antara orang perorang dengan suatu kelompok manusia
Interaksi yang dilakukan oleh seseorang dengan organisasi politik missal dengan partai politik. Atau interaksi antara guru dan peserta didik di kelas.
3. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainya.
Interaksi yang dilakukan oleh partai politik yang satu, dengan partai politik yang lain, atau antara peserta didik dari sekolah satu, mengunjungi sekolah lain dan bertemu muka dengan peserta didiknya.

Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
Kontak sosial primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka, seperti orang berjabatan tangan, atau orang berpapasan saling tersenyum dan menyapa.
Kontak sosial sekunder terjadi apabila yang mengadakan hubungan memerlukan suatu perantara. Misal seorang pria akan menyampaikan perasaan cintanya kepada seorang gadis, tidak disampaikan secara langsung, tetapi melalui sahabat karibnya .
B. Adanya Komunikasi.
Arti terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain. Perilaku dapat berupa pembicaraan, gerak tubuh atau sikap yang diwujudkan dalam lambing-lambang tertentu. . Sehingga komunikasi dapat dilakukan baik langsung, tidak langsung , menggunakan bahasa, symbol-simbol tertentu, jarak dekat maupun jarak jauh.
Dalam komuniasi memungkinkan terjadi berbagai penafsiran terhadap tingkah laku, gerakan atau symbol yang dilakukan seseorang . Sehingga komunikasi justru memungkinkan kerja sama antara orang perorang atau antara kelompok-kelompok manusia. Hal ini juga merupakan salah satu syarat terjadinya komunikasi, walaupun telah ada kerja sama sehingga terjadi komunikasi, tidak jarang akhirnya timbul perselisihan karena adanya salah faham dari kedua belah fihak.
Komponen komunikasi:
1.Pengirim atau komunikator(sender)
Orang yang bertindak menyampaikan pesan atu symbol untuk direspon dan dilakukan komunikasi
2.Penerima atau komunikan (receiver)
Orang yang menerima pesan (merespo) pesan yang diterima.
3.Pesan(Message)
Isi pesan dapat berupa ucapan, tulisan, symbol yang akan disampaikan oleh komunikator dan diterima komuikan
4.Umpan balik(feedback)
Tanggapan dari penerima atas pesan Message yang diterima.
                               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar